Sugeng rawuh wonten dalemipun vinuncah galekgalek mugi-mugi dadosaken erating pasuduluran
"Sungguh Beruntung Dan Bahagianya Seorang laki-laki/Perempuan jika mendapatkan Pasangan Yang Soleh/solehah.

Selalu menyejukkan hati dan indah dipandang mata,bibirnya selalu basah dengan baca'an dzikir setiap waktu,hidupnya selalu mengharapkan rahmat dan hidayah dari RAB-nya.


Urip iki mung mampir ngombe


kabeh uwong bakale mati mangkane ojo sok keminter, ojo sok kemeruh, ojo sok semugih

CANGKEME ayo podo ti atur, ojo angger ngablak


kabeh uwong namung sadremo nglakoni
urip iki pancen rekoso, ojo ngresulo.
eling marang sing kuwoso, sing luwih ngerti patine manungso, sing nyukupi rezeki tentreme ati, sukur cukup sandang pangan papan, bakal mukti pakarti.


Duh gusti.. nyuwun pangapuro sedoyo doso kawulo
Foto saya
kulo niki namung kawulo alit engkang mboten cetho...hina wonten ngajengipun gusti ingkang moho agung.kawulo ingkang katah "lepat utawi doso". nyuwun agunging pangapuro dumateng sederek sedoyo....menawi wonten penggalih wonten sak lebete rogo.kulo namung manungso cilik ingkang mboten wonten doyo,mugi-mugi ingkang moho kuoso maringi pangapuro dumateng rogo lan jiwo kawulo

Ketika Zina jadi Biasa

Saat ini fenomena hamil di luar nikah begitu marak, dan masyarakat pun sudah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang biasa. Di mana-mana ada pemilu (pengantin hamil dahulu). Ironisnya, maksiat ini banyak dilakukan umat Islam, padahal Islam mengajarkan umatnya agar jangan mendekati zina...

Dampak Globalisasi Kemajuan teknologi informasi benar-benar telah membawa pengaruh besar bagi masyarakat. Sayang, kebanyakan pengaruh yang ditimbulkannya bersifat negatif, yang mengarah pada dekadensi moral, khususnya bagi generasi muda.

Pengaruh budaya barat yang disebarkan melalui berbagai tayangan di televisi, VCD, ataupun internet yang begitu mudah diakses, sungguh sangat terasa. Perubahan nilai atau cara pandang terhadap pergaulan antar lawan jenis pun berubah. Kalau dulu, pacaran atau bermesraan di depan umum dianggap tabu, kini hal itu dianggap biasa. Jangankan bersentuhan atau sekadar berciuman, yang lebih dari itu pun dilakukan, dengan tanpa rasa malu! Naudzubillah...


Sepotong Malu Yang TersisaSaat melakukan hal itu (zina), mungkin rasa malu benar-benar sudah menghilang dari hati dua insan yang dimabuk cinta. Hawa nafsu telah membius mereka, sehingga hal itu pun terjadi.

Namun...bila kemudian timbul konsekuensi logis dari perbuatan mereka itu, benarkah tiada lagi sepotong malu yang tersisa...?

Bagi seorang gadis, ternyata itu seringkali menyisakan rasa malu yang dalam. Gara-gara hamil di luar nikah, sekolah terpaksa kandas. Dan semua orang tahu, kini ia tidak gadis lagi. Duh, malu ...rasanya! Tambah malu lagi, bila sang pacar tidak mau mengakui atau bertanggung jawab atas perbuatannya. Bila begini jadinya, rasanya, habislah sudah masa depannya. Penyesalan pun selalu datang terlambat.

Demikian juga bagi orangtua si gadis. Ijab qabul belum dilakukan.... eh, rahim anaknya sudah ‘diisi’ orang. Siapa yang tak marah.

Yang lebih menyedihkan adalah rasa malu seorang anak, jika kelak ia tahu, bahwa ia lahir ke dunia ini disebabkan perbuatan yang memalukan. Itulah beberapa ‘malu’ yang tersisa, dari perbuatan yang sepantasnya hanya dilakukan binatang itu.

Dipertanyakan keabsahannya
Ketika mengetahui anak gadisnya dihamili pacarnya, biasanya seorang bapak buru-buru menikahkan mereka. Ia tak peduli, sah atau tidakkah pernikahan dalam kondisi demikian. Yang penting, jangan sampai anaknya melahirkan tanpa memiliki suami.

Walaupun menurut hukum di negeri ini, pernikahan dalam kondisi seperti itu dianggap sah, namun sah jugakah bila dituinjau dari hukum agama yang syar’i?

Dalam islam, seorang wanita yang hamil harus menunggu sampai anaknya lahir, jika ingin menikah. Lagipula, jika pernikahan seperti itu sah, maka akan senanglah para pezina. Enak sekali, bisa berzina dulu dan menikah kemudian. Bila sang wanita tidak hamil, tidak perlu menikah. Yang seperti itu tentu saja sangat bertentangan dengan Islam, karena islam memberikan hukuman yang tegas bagi para pelaku zina.

Anakpun Menjadi Aib
Normalnya, dalam pernikahan, kehadiran anak dianggap sebagai anugrah yang tak ternilai harganya. Tapi, bila anak terlahir dari hubungan di luar nikah, maka ia pun dianggap sebagai aib. Tak jarang, sebelum ia lahir ke dunia, orangtuanya berusaha menggugurkannya. Setelah lahir pun, seringkali ia hanya dibuang begitu saja, seperti sampah yang tak berharga.

Adapun mengenai nasab anak dari perbuatan zina dinasabkan pada ibunya. Meskipun bapak bayi itu sudah menikah dengan ibunya, tapi jika si anak lahir dari perbuatan di luar nikah, maka ia tetap dinasabkan pada ibunya. Jika anak itu perempuan, maka kelak bapaknya (secara biologis) tidak boleh menjadi wali nikahnya! Jadi kehamilan di luar nikah, memang membawa madharat yang panjang....

Pernikahan Tidak Lagi Sakral
Terlepas dari sah atau tidaknya pernikahan 'pemilu' ini, biasanya tidak akan membawa kebahagiaan yang langgeng dalam rumah tangga. Sebab pernikahan sudah kehilangan makna, tidak sakral lagi. Tak ada ‘malam pertama’ yang indah nan penuh kejutan. Karena semua dirasakan sebelum menikah. Mungkin, yang ada justru kejenuhan, penyesalan dan keterpaksaan.

Rumah tangga yang seperti itu biasanya hanya akan terasa ‘gersang’, dan tiada lagi kehangatannya. Mengapa? Karena seringkali mereka menikah, dalam keadaan terpaksa. Khususnya bagi pihak laki-laki. Tak jarang, bila dulunya si gadis memiliki banyak pacar, maka lelaki yang menikahinya tiba-tiba ‘berubah pikiran’ dengan tidak mengakui bahwa bayi yang dikandung isinya itu adalah anaknya. Maka, pihak istrilah yang paling menderita bila ini terjadi.

Kiamat sudah Dekat
Salah satu tanda makin dekatnya hari kiamat adalah menyebarnya maksiat, termasuk maraknya zina. Hari ini kita saksikan, maksiat ada di mana-mana. Zina pun sudah menjadi hal biasa yang dilakukan berbagai kalangan. Lalu, masihkah kita perlu bertanya, bila azab Allah datang silih berganti, semua ini salah siapa?

Barangkali memang kiamat sudah dekat, dan kiamat kecil bagi kita, adalah saat malaikat maut menjemput. Karena itu, mari kita berbekal. Jangan tukar kenikmatan sesaat, dengan siksa di akhirat yang kekal. Wallahu a’lam.

Sumber: Buletin Mahligai vol 1, no 3
woconen teruse;

Malapetaka akibat Zina


 Melihat bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh praktek zina merupakan bahaya yang tergolong besar, dan praktek tersebut juga bertentangan dengan aturan universal yang diberlakukan untuk menjaga kejelasan nasab keturunan, menjaga kesucian dan kehormatan diri, juga mewaspadai hal-hal yang menimbulkan permusuhan serta perasaan benci di antara manusia disebabkan pengrusakan terhadap kehormatan isteri, putri, saudara perempuan dan ibu mereka. Dan ini jelas akan merusak tatanan kehidupan. Melihat hal itu semua, pantaslah bahaya praktek zina itu -bobotnya- setingkat di bawah praktek pembunuhan. Oleh karena itu, Allah menggandeng keduanya di dalam Al-Qur'an dan juga Rasulullah dalam keterangan hadits beliau.

Al-Imam Ahmad berkata: "Aku tidak mengetahui sebuah dosa -setelah dosa membunuh jiwa- yang lebih besar dari dosa zina."

Dan Allah menegaskan pengharamannya dalam firmanNya: "Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat ..." (Al-Furqan: 68-70).

Dalam ayat tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih. Allah berfirman: "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji (fahisyah) dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isra': 32).

Di sini Allah menjelaskan tentang kejinya praktek zina dan kata "fahisyah" maknanya adalah perbuatan keji atau kotor yang sudah mencapai tingkat yang tinggi dan dapat diakui kekejiannya oleh setiap orang berakal bahkan oleh sebagian banyak binatang, sebagaimana disebutkan oleh Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Amr bin Maimun Al-Audi, dia berkata: "Aku pernah melihat -pada masa jahiliyah- seekor kera jantan yang berzina dengan seekor kera betina. Lalu datanglah kawanan kera mengerumuni mereka berdua dan melempari keduanya sampai mati."

Kemudian Allah juga memberitahukan bahwa praktek zina adalah seburuk-buruk jalan; karena merupakan jalan kebinasaan, kehancuran dan kehinaan di dunia, siksaan dan azab di akhirat nanti.

Dan karena menikahi mantan isteri-isteri ayah itu termasuk perbuatan yang sangat jelek sekali, Allah secara khusus memberikan "cela" tambahan bagi praktek menikahi isteri orang tua. Allah berfirman (setelah secara tegas melarang kaum muslimin untuk menikahi isteri-isteri ayah mereka, pent): "Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh)." (An-Nisa': 22).

Allah juga menggantungkan keberuntungan seorang hamba pada kemampuannya dalam menjaga "kehormatan"nya. Tak ada jalan menuju keberuntungan tanpa menjaga "kehormatan". Allah berfirman: "Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang me- nunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." (Al-Mukminun: 1-7).

Dalam ayat-ayat ini ada tiga hal yang diungkapkan, yaitu, pertama, bahwa orang yang tidak menjaga kemaluannya, tidak akan termasuk orang yang beruntung, kedua , dia akan termasuk orang yang tercela, dan ketiga, dia termasuk orang yang melampaui batas. Jadi, dia tidak akan mendapat keberuntungan, serta berhak mendapat predikat "melampaui batas' dan jatuh pada tindakan yang membuatnya tercela, padahal beratnya beban dalam menahan syahwat itu, lebih ringan ketimbang menanggung sebagian akibat yang disebutkan tadi.

Selain itu pula, Allah telah menyindir manusia yang selalu berkeluh kesah, tidak sabar dan tidak mampu mengendalikan diri saat mendapatkan kebahagiaan, demikian pula kesusahan. Bila mendapat kebahagiaan, dia menjadi kikir, tak mau memberi, dan bila mendapat kesusahan, dia banyak mengeluh. Begitulah sifat umum manusia, kecuali orang-orang yang memang dikecualikan dari hambaNya, yang diantaranya adalah mereka yang disebut di dalam firmanNya : "Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." (Al-Ma'arij: 29-31).

Oleh karenanya, Allah memerintahkan Rasulullah untuk memerintahkan orang-orang mukmin agar menjaga pandangan dan kemaluan mereka, juga diberitahukan kepada mereka bahwa Allah selalu menyaksikan amal perbuatan mereka. "Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati." (Ghafir: 19).

Dan karena ujung pangkal dari perbuatan zina yang keji ini dari pandangan mata, maka Allah lebih mendahulukan perintah untuk memalingkan pandangan mata sebelum perintah untuk menjaga kemaluan, karena banyak musibah besar yang asal muasalnya adalah dari pandangan; seperti kobaran api yang besar asalnya adalah percikan api yang kecil. Mulanya hanya pandangan, kemudian khayalan, kemudian langkah nyata, kemudian terjadilah musibah yang merupakan kesalahan besar(zina).

Oleh karenanya, ada yang mengatakan, bahwa barangsiapa yang bisa menjaga empat hal maka berarti dia telah menyelamatkan agamanya: Al-Lahazhat (pandangan pertama), Al-Khatharat (pikiran yang melintas di benak), Al-Lafazhat (lidah dan ucapan), Al-Khathawat (langkah nyata untuk sebuah perbuatan).

Dan seyogyanya, seorang hamba Allah itu bersedia untuk menjadi penjaga dirinya dari empat hal di atas dengan ketat, sebab dari situlah musuh akan datang menyerangnya, merasuk ke dalam dirinya dan merusak segala sesuatu.

(Dikutip dari: JANGAN DEKATI ZINA, ditulis oleh Al Imam Ibnu Qayyim Al-jauziyah)
woconen teruse;

Siapa Yang Bilang Pacaran Haram

Segala puji hanya milik Allah ‘Azza wa Jalla. Hanya kepadaNya kita memuji, meminta tolong, memohon ampunan, bertaubat dan memohon perlindungan atas kejelekan-kejelekan diri dan amal-amal yang buruk. Barangsiapa yang diberi Allah petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesesatkannya dan barangsiapa yang Allah sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikannya hidayah taufik. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan tiada sekutu baginya. Aku bersaksi bahwasanya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hambaNya dan UtusanNya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarganya dan para sahabatnya ridwanulloh ‘alaihim jami’an.

Adalah suatu hal yang telah menyebar luas dikalangan masyarakat sebuah kebiasaan yang terlarang dalam islam namun sadar tak sadar telah menjadi suatu hal yang sangat sering kita lihat bahkan sebahagian orang menganggapnya adalah suatu hal yang boleh-boleh saja, kebiasan tersebut adalah apa yang disebut sebagai pacaran. Oleh karena itu maka penulis mencoba untuk memaparkan sedikit tinjauan islam tentang hal ini dengan harapan penulis dan pembaca sekalian dapat memahami bagaimana islam memandang pacaran serta kemudian dapat menjauhinya.


Pacaran yang dikenal secara umum adalah suatu jalinan hubungan cinta kasih antara dua orang yang berbeda jenis yang bukan mahrom dengan anggapan sebagai persiapan untuk saling mengenal sebelum akhirnya menikah[1].
Inilah mungkin definisi pacaran yang banyak tersebar dikalangan muda-mudi. Maka atas dasar inilah kebanyakan orang menganggap bahwa hal ini adalah suatu yang boleh-boleh saja, bahkan lebih parahnya lagi dianggap aneh kalau menikah tanpa pacaran terlebih dahulu –wal ‘iyyadzubillah –. Lalu jika demikian bagaimanakah tinjauan islam tentang hal ini? Berikut penulis coba jelaskan sedikit kepada pembaca –sesuai dengan ilmu yang sampai kepada penulis– bagaimana islam memandang pacaran.

Pacaran adalah suatu yang sudah jelas keharamannya dalam islam, dalil tentang hal ini banyak sekali diantaranya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla :

وَلاَ تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).

Ayat ini adalah dalil tegas yang menunjukkan haramnya pacaran.

Berkaitan dengan ayat ini seorang ahli tafsir Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- mengatakan dalam tafsirnya,

“Larangan mendekati suatu perbuatan nilainya lebih daripada semata-mata larangan melakukan suatu perbuatan karena larangan mendekati suatu perbuatan mencakup larangan seluruh hal yang dapat menjadi pembuka/jalan dan dorongan untuk melakukan perbuatan yang dilarang”.

Kemudian Beliau –rahimahullah- menambahkan sebuah kaidah yang penting dalam hal ini,

“Barangsiapa yang mendekati suatu perbuatan yang terlarang maka dikhawatirkan dia terjatuh pada suatu yang dilarang”[2].Hal senada juga sebelumnya dikatakan penulis Tafsir Jalalain demikian juga Asy Syaukani –rahimahullah- namun Beliau menambahkan, “Jika suatu yang haram itu telah dilarang maka jalan menuju keharaman tersebut juga dilarang dengan melihat maksud pembicaran”[3]. Bahkan diakatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin –rahimahullah-, “termasuk dalam ayat ini larangan melihat wanita yang bukan istrinya (yang tidak halal baginya, pen.), mendengarkan suaranya, menyentuhnya, sama saja apakah ketika itu dia sengaja untuk bersenang-senang dengannya ataupun tidak”[4]. Dari penjelasan para ulama ini jelaslah bahwa pacaran dalam islam hukumnya haram karena pacaran termasuk dalam perkara menuju zina yang Allah haramkan ummat nabiNya untuk mendekatinya.

Jika ada yang mengatakan bahwa pacaran belumlah dapat dikatakan sebagai perbuatan menuju zina, maka kita katakan kepadanya bukankah orang yang paling tahu tentang perkara yang dapat mendekatkan ummatnya ke surga dan menjauhkannya dari api neraka telah mengatakan :

وَ احْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ وَ غَضُّوْا أَبْصَارَكُمْ وَ كَفُّوْا أَيْدِيَكُمْ

“Jagalah kemaluan kalian, tundukkanlah pandangan-pandangan kalian dan tahanlah tangan-tangan kalian”.[5]

Dalam hadits yang mulia ini terdapat perintah untuk menundukkan pandangan dan hukum asal dari suatu perintah baik itu perintah Allah ‘Azza wa Jalla ataupun perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dan adanya tuntutan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan dengan segera[6].

Maka jelaslah bahwa pacaran adalah suatu yang diharamkan dalam islam.

Kemudian jika ada yang mengatakan kalau seandainya pacaran tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka belum saling kenal?

Maka kita katakan pada orang yang beralasan demikian dengan jawaban yang singkat namun tegas bukankah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik petunjuk? Bukankah Beliau adalah orang yang paling kasih kepada ummatnya tidak memberikan petunjuk yang demikian? Firman Allah ‘Azza wa Jalla,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, amt berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”. (At Taubah [9] : 128).

Kata حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ pada ayat di atas ditafsirkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di –rahimahullah- berarti bahwa, “Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang mencintai kebaikan kepada kita ummatnya, mengerahkan seluruh kesungguhannya dalam rangka menyampaikan kebaikan kepada mereka, bersemangat untuk dapat memberikan hidayah (irsyad, pent.) berupa iman kepada mereka, tidak suka jika kejelekan menimpa mereka dan menegerahkan seluruh usahanya untuk menjauhkan mereka dari kejelekan”[7]. Dengan demikian ayat di atas jelas menunjukkan bahwa Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling kasih pada ummatnya dan paling menginginkan kebaikan untuk mereka namun Beliau tidaklah mengajarkan kepada ummatnya yang demikian. Simak pula sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِىٌّ قَبْلِى إِلاَّ كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ

“Sesungguhnya tidak ada Nabi sebelumku kecuali wajib baginya menunjukkan kepada umatnya kebaikan yang dia ketahui untuk umatnya, dan mengingatkan semua kejelekan yang dia ketahui bagi umatnya…”.[8]

Maka hendak kemanakah lari orang yang berpendapat kalau seandainya pacaran tidak dibolehkan maka bagaimanakah dua orang insan bisa menikah padahal mereka belum saling kenal? Bukankah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan dan mempraktekkan bagaimana tatacara menuju pernikahan? Apakah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan kepada kita cara mencari pasangan hidup dengan pacaran? Wahai pengikut hawa nafsu hendak kemanakah lagi engkau palingkan sesuatu yang telah jelas dan gamblang ini ??!!!

Kalau seandainya yang demikian dapat mengantarkan kepada kebaikan tentulah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkannya kepada kita.

Sebagai penutup kami nukilkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang posisi shaf laki-laki dan perempuan dalam sholat, Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan :

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf laki-laki adalah yang pertama, sejelek-jeleknya adalah yang paling akhir dan Sebaik-baik shaf perempuan adalah yang paling akhir, sejelek-jeleknya adalah adalah yang paling awal”.[9]
Maka renungkan wahai saudaraku
apakah lebih layak orang –bukan suami istri – yang tidak sedang dalam keadaan beribadah kepada Allah untuk berdekatan, berdua-duan dan bermesra-mesraan serta merasa aman dari perbuatan menuju zina padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia mengatakan yang demikian !!!??

Bukankah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyatakan :

ما نَهَيتُكُمْ عَنْهُ ، فاجْتَنِبوهُ

“Semua perkara yang aku larang maka jauhilah”[10]

Allahu Ta’ala a’lam bish showaab, mudah-mudahan yang sedikit ini dapat menjadi renungan bagi orang-orang yang masih melakukannya dan bagi kita yang tidak mudah-mudahan Allah jaga anak keturunan kita darinya.



Yang selalu mengharap ampunan Robbnya

[1] Jika tujuannya seperti ini saja terlarang bagaimana jika tidak dengan tujuan yang demikian semisal hanya ingin berbagi rasa duka dan bahagia ??!! Tentulah hukumnya lebih layak untuk dikatakan haram.
[2] Lihat Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 431 terbitan Dar Ibnu Hazm Beirut, Libanon.

[3] Lihat Fathul Qodhir hal. 258, terbitan Maktabah Syamilah.

[4] Lihat Syarh Al Kabair hal. 60 terbitan Darul Kutub Al Ilmiyah, Beirut, Lebanon.

[5] HR. Ibnu Khuzaimah no. 91/III, Ibnu Hibban no. 107, Al Hakim no. 358-359/IV, Ahmad no. 323/V, Thobroni no. 49/I dan Baihaqi no. 47/II, dan dihasankan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no. 1525.

[6] Lihat Ushul Min Ilmi Ushul oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin –rahimahullah- hal. 24 terbitan Darul Aqidah Iskandariyah, Mesir.

[7] Lihat Taisir Karimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan hal. 334 terbitan Dar Ibnu Hazm Beirut, Libanon.

[8] HR. Muslim no. 1844 dari jalan Ibnu Amr radhiyallahu ‘anhu.

[9] HR. Muslim no. 132 dan lain-lain.

[10] HR. Bukhori no. 7288, Muslim no. 1337.
woconen teruse;

Aborsi

video
woconen teruse;

apa salah dan dosaku

video
woconen teruse;

Karena mereka berzina

video
woconen teruse;

Disudut kehidupan

video
woconen teruse;

jahiliyah maden

video
woconen teruse;

buat isteriku

video
woconen teruse;

Tragedi Sepiring Nasi

video
woconen teruse;

ISTRI YANG DURHAKA PADA SUAMI

video
>>Minggu(23/05/2010)merupakan kejadian yang luar biasa dalm hidup seorang insan yang tak mungkin dilupakan sepanjang hidupnya, pada hari itu telah hancur sebuah keluarga yg di akhibatkan oleh perselingkuhan seorang wanita yg gak bermoral, mungkin lebih pantas dia disebut wanita jalang yg gak punya perasa'an, kenapa penulis bisa mengatakan dg kalimat seburuk dan serendah itu....? marilah kita lihat cerita sebenarnya.......?

>>3 tahun yang silam ada sebuah keluarga yg hidup sangat bahagia, kehidupan sehari-2nya sangat sederhana dg penghasilan suami yg serba pas-2an keluarga itu nampak harmonis dalam mengarungi perjalanan hidupnya. Setelah allah menganugerahkan seorang anak terjadilah kegoncangan ekonomi pada keluarga itu,


Tepat tgl 1 oktober 2007 meskipun dg berat hati, sang suami harus meninggalkan keluarganya untuk mencari rizki di luar negeri. Setelah berjalan 1 tahun terjadilah kegoncangan jiwa pada istrinya, coba'an demi coba'an telah melanda, karena kurang ibadah dan mengingat kebesaran allah sang istri mulai terlena dg pria dan dunia, mulailah perselingkuhan yang merajalela, kebohongan-kebohongan mereka tebarkan, pengkhianatan selalu mereka agung-agungkan, mereka gak tahu klo azab allah sangatlah pedih....sang istri dah lupa sama anak dan suaminya dalam benaknya hanya nafsu yg menggila, dia tidak pernah sadar  klo sang suami kerja siang-malam untuk mereka (anak-isrinya), Sudah berulang kali sang istri mendapat teguran-teguran tp semuanya itu gak ada gunannya, mungkin hanya Allah lah yang bisa mengarahkannya.
Setelah berjalan 2 tahun perselingkuhan itu mulai terbongkar, Allah telah memberi azab pada sang istri yaitu berupa sakit yg luar biasa, hampir2 merenggut nyawanya, setelah kejadian itu sang istri minta ma'af kepada suami seraya melantunkan Tobat untuk tidak mengulanginya lagi. Dg perasaan yg berat sang suami memberi ma'af kpd sang istri dg satu syarat dia mau berubah dan benar2 tobat kepada Allah tidak mengulangi perbuatannya itu.Tapi subehannallah.......baru berjalan beberapa bulan ternyata sang istri gak bisa merubah sikap bejatnya, tobat hanya sebagai slogan belaka, tingkahnya semakin menjadi-jadi dan pada akhirnya dia minta diceraikan, sungguh diadap perilaku sang istri dia gak pernah punya rasa kasihan kepada ke 2 anaknya, bahkan kepada suaminya yg lagi mencari rizki di negeri orang. Beginikah sikap seorang istri solehah...?antum sekalian pasti dah tahu apa balasan bagi seorang istri yang telah berkhianat kepada suami......subbehannallah azab allah sangatlah pedih, meskipun dia menikah lagi kebahagiaannya tidak mengandung berkah dan semua itu hanya allah yang tahu dan maha tinggi atas segala firmannya.

Ciri - Ciri istri yang durhaka pada suami:

Membantah suruhan atau perintah suami. Sabda Rasulullah SAW:

"Siapa saja yang tidak berbakti kepada suaminya maka ia mendapat laknat dari Allah dan malaikat serta semua manusia.”

Jahat lidah atau mulut pada suami. Sabda Rasulullah SAW:

“Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalam Neraka (diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat lidahnya terhadap suaminya.”

Menghina pengorbanan suaminya. Maksud Hadist Rasulullah SAW

“Allah tidak akan memandang (benci) siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih di atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya.”

Berhias ketika suaminya tidak disampingnya. Maksud firman Allah

“Janganlah mereka (perempuan-perempuan) menampakkan perhiasannya melainkan untuk suaminya.”
(An Nur 31)

Apabila dipanggil oleh suaminya ia tidak datang. Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:
“Apabila suami memanggil isterinya ke tempat tidur. ia tidak datang nescaya malaikat melaknat isteri itu sampai Subuh.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bermuka masam terhadap suami. Sabda Rasulullah SAW:
“Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keredhaannya.”

Membebankan suami dengan permintaan yang diluar kemampuannya.
Keluar rumah tanpa izin suaminya. Sabda Rasulullah SAW:
“Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya d akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminy atau suaminya redha terhadapnya.”
(Riwayat Al Khatib)

Mengijinkan masuk orang yang tidak diijinkan suaminya ke rumah
maksud Hadist:
“Jangan ijinkan masuk ke rumahnya melainkan yang diijinkan suaminya.” (Riwayat Tarmizi)

Tidak mau menerima petunjuk suaminya.
Maksud Hadist:
“Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan meminta ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak. Apa yang isteri buat untuk suami adalah semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT”
woconen teruse;

Arti dari Kesempurna'an

Dunia… dunia…begitu indah di pandang,berjuta warna menghiasinya,lembaran kehidupan penuh dengan aneka ragamnya,memenuhi segala yang ada.

Terkisah dalam panggung sandiwara kehidupan.Mencoba sang pujangga merangkum kata kata dari makna yang ada,,, tapi jua tak cukup tinta menggoreskan penanya,,, tuk menuliskannya.Dari segala yang ada,, tak hanya sebagai pandangan mata belaka.Dari segala yang ada,, tersirat berjuta juta makna,bahkan tak terhingga dari semua yang ada.

Berdasar kata yang terucap,tiada yang sempurna di hamparan dunia,,, di alam jagad raya,,, di alam semesta.Dengan segala kekurangan kekurangan yang ada,,, mungkinkah terselip makna kesempurnaan….? Tak taukah aku,,,? Ke EsaanNya,, ke AgunganNya,,apa apa yang menjadi KehendakNya,, apa apa yang tlah tercipta di alam semesta ini,, apa apa yang ada di dunia ini,, jagad raya ini,, bukankah tercipta karna keSempurnaanNya,,.? Ya.. keSempurnaanNya.Semua kekurangan,,, mungkin jua kepincangan,,, tak taukah aku,,semua itu sudah penuh perhitungganNya yang mungkin jua ku tak pernah memikirkannya.Mungkinkah kan terungkap segala rahasiNya di dunia ini…?



“Di dunia ini tidak ada yang sempurna,hanya satu yang sempurna,,Ialah Sang Pencipta” Berkali kali ku dengar,,, dari bibir terucap,,, .Dari Sang Pencipta Yang Maha Sempurna semua tercipta,, tapi apakah ku meragukan segala apa apa yang di ciptakanNya,,,?Tak sempurnakah apa apa yang di ciptakanNya,,,?Ataukah itu menjadi bagian dari rahasiNya,,,?

Di sini ku coba tuk menggoreskan pena,, sejenak ku berfikir,, termenung,, mencoba mengerti apa apa yang ku alami,, semua yang terjadi,,.Di sini ku tak bisa memberi kesimpulan dari semua ini,namun satu hal yang pasti ku tetap mencari hikmah dari semua ini .Dan satu hal lagi,salahkah ku bila menganggap apa apa yang tlah tercipta atau sebagian dari padanya adalah sempurna?

Ladang dzikir yang tiada bertepi Mengartikannya

artikel lain woconen teruse;

Menghilangkan Pesan Windows Genuine Advantage (WGA)

Jika kita mengaktifkan fitur auto update pada Windows XP dan mekalukan update lewat internet, Microsoft akan mengecek apakah Windows yang kita gunakan asli atau bajakan. Jika ternyata bajakan, kita diminta untuk melakukan validasi. Tentu saja validasi ini butuh uang, karena harus membeli lisensinya. Selama belum divalidasi, di system try pada komputer kita akan muncul peringatan Windows Genuine Advantage atau biasa diseut WGA Notification yang berbunyi: You may be a victim of software counterfeiting This copy of Windows is not genuine. Click This balloon to resolve now. Kalo diklik kanan tampilannya seperti ini: Ternyata tidak hanya sampai disini. setiap komputer kita start, akan muncul peringatan serupa. This copy of Windows is not genuine. You may be a victim of software counterfeiting Tak bosan-bosannya Microsoft mengingatkan kita untuk melakukan validasi.
Setelah peringatan tadi kini diikuti dengan dialog pilihan apakah kita akan memvalidasi sekarang atau nanti. Pilihan apapun yang kita berikan, setelah start up komputer selesai, secara otomatis browser kita akn terbuka dan di arahkan menuju situs Microsoft. This copy of Windows is not genuine and you have not yet resolved this issue. This computer is no longer eligible to recieve select security upgrades from Microsoft. To protect your copy of Windows, you must click Get Genuine now Memang sampai saat ini peringatan ini hanya masih sebatas peringatan. Tapi tentunya kita tidak suka dengan hal-hal semacam ini, karena sedikit banyak berpengaruh pada performa komputer. Nah, bagaimana cara menghilangkannya? Ada banyak sekali trik untuk menghilangkan Notifikasi ini. Dari sekian banyak cara, ada cara yang sangat mudah, yaitu menggunakan utility Autoruns dari sysinternals.com. Autoruns ini besarnya hanya 364 KB dan dapat langsung di running tanpa perlu di install. Download software autoruns melaui official sitenya atau bisa juga di sini Cari file dengan nama WGALogon kemudian hilangkan ceklistnya. Hanya itu. saja. ketika kita merestart komputer, peringatan itu sudah tidak ada lagi. Jika kesulitan menemukan di mana letak WGALogon, cukup Klik File >> Klik Find dan ketikkan: wga. Tekan Enter. Item wga logon akan langsung tersorot. Sebenarnya sampai disini sudah cukup. tapi jika kita benar-benar ingin ‘menghabisi’ sampai ke akar-akarnya. Hapus file-file berikut ini: C:\WINDOWS\system32\WgaLogon.dll C: \WINDOWS\system32\WgaTray.exe C:\WINDOWS\system32\LegitCheckControl.dll jangan lupa menonaktifkan automatic updatenya >> klik kanan MyComputer >> Klik tab Automatic Update >> Pilih Turn Off. CARA YANG LAIN 1. Buka Windows Task Manager. 2. Bunuh Proses wgatray.exe di Task Manager, Kalo tetap tidak bisa tinggalkan saja dan lanjutkan ke langkah berikutnya… 3. Restart Windows XP pake Safe Mode. 4. Delete WgaTray.exe di c:\Windows\System32. 5. Delete WgaTray.exe di c:\Windows\System32\dllcache (optional) 6. Buka RegEdit. 7. Cari di regedit: HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\ Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\Notify 8. Delete folder ‘WgaLogon’ dan semua isi nya 9. Restart Windows XP anda, sekarang komputer anda bebas dari windows genuine notification screen. Demikian cara menghilangkan pesan Windows Genuine Advantage (WGA). Smoga bermanfaat!!
woconen teruse;

Sukses Adalah Proses,Bukan Tujuan Akhir

Suatu ketika dalam sebuah acara keagamaan,bertanyalah sang pembicara kepada semua peserta.. "Siapa di sini yang ingin masuk surga ?",dan seketika seluruh peserta berseru "SAYA!!!" sambil mengacungkan jari telunjuknya ke atas.. Kemudian sang pembicara kembali mengajukan sebuah pertanyaan kepada semua peserta.. "Lalu,siapa yang ingin meninggal ?",tak terlihat satupun peserta mengacungkan telunjuk nya. Melihat itu,sang pembicara lalu berkata "Bagaimana kalian bisa ke surga jika kalian tidak meninggal ?".Sama seperti cerita di atas,terkadang begitulah kita.. menginginkan kesuksesan,namun tidak mau melewati proses yang "tidak enak" nya.
Dan kalau seperti itu,bagaimana mungkin kita bisa mencapainya?Semua dari kita pastinya berkata "SAYA INGIN SUKSES"..,namun bagaimana sih "kriteria" sukses tersebut bagi kita? Apakah cukup dengan mempunyai rumah yang besar? Puluhan mobil mewah? Keluarga yang harmonis? atau uang 10 Trilyun di tangan kita?,tentunya tidak ada batasan dalam hal itu.Namun,percayalah "MANUSIA MEMANG TIDAK AKAN PERNAH PUAS".
Setelah punya satu rumah,pastinya kita mulai berpikir untuk punya rumah yang kedua,ketiga dan seterusnya.. dan hal itu lumrah koq.Namun yang perlu kita perhatikan adalah "Bagaimana cara kita memandang sebuah kesuksesan tersebut".Apakah sebatas sudah memiliki sebuah barang yang lama sekali sudah kita mimpi-mimpikan? atau sebaliknya,kita melihat proses suka dan duka yang kita lewati ketika mengejar impian tersebut.Sebenarnya,bekerja bukan hanya berfokus pada hasil akhir keuangannya,tetapi proses mencari uangnya.
Apakah itu menimbulkan dampak yang positif bagi sekelilingnya,atau sebaliknya?.Bekerja bukan hanya sebatas masalah uang saja,tapi mempunyai sebuah arti bagi perjalanan hidup kita.Jika kita melihat sebuah KESUKSESAN dari proses kita mencapainya,tentunya segala bentuk materi yang kita dapatkan tidak akan sebanding dengan perubahan jiwa dan mental kita sewaktu melalui prosesnya.Proses yang wajib kita lalui untuk mencapai kesuksesan memang tidak meng-enakkan,mungkin kita harus di hina oleh orang lain,di kecilkan sama teman,dan sebagainya.. namun sebenarnya tanpa hal tersebut,jiwa dan mental kita tak akan dapat terbentuk.Yang terpenting bukanlah "Apa yang telah kita dapatkan", namun "Sudah menjadi apa kita saat mendapatkan itu".
woconen teruse;

Memotivasi Diri Melalui Rasa Percaya Diri

Aset paling berharga bagi banyak orang adalah juga aset yang paling belakangan dihargai. Aset itu, bila ditangani dengan semestinya, akan mampu memberikan hasil secara dramatis. Aset yang tidak dapat dikenakan harga setinggi apapun. Itulah otak manusia, pikiran dan proses berfikir.Otak merupakan kawasan penyimpanan yang kapasitasnya luar biasa, menjadi pentinglah untuk berhati-hati di dalam mengisinya. Sebagian orang mempunyai otak yang penuh dengan pemikiran dan pengalaman negatif. Mereka akan secara terus-menerus menanamkan masukan saya tidak mampu dengan setumpuk alasan mengapa mereka tidak mampu. Sehingga ketika dihadapkan pada sebuah kesempatan atau tantangan baru, otak mereka, ketika ditanya, mengirimkan jawaban: Tidak, kamu tidak mampu, atau tanggapan lain semacam itu.

Beberapa langkah yang diperlukan untuk membangun kepercayaan diri dan yang pada gilirannya membangun rasa percaya diri bagi motivasi diri dari dalam adalah :Hindari Mencari-Cari AlasanBegitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah. Seperti:- Saya tidak bisa- Saya tidak mampu sebab...- Pendidikan saya belum memadai- Saya sudah terlalu tua- Saya masih terlalu muda, dllSiapapun dapat mencari alasan bagi hampir segalanya, maka dalam membangun kepercayaan diri, jangan sekali-kali membuat alasan. Hal itu mungkin sangat menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak Anda adalah kawasan penyimpanan -- apa yang Anda masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.

Gunakan Daya ImajinasiOtak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu Anda dengan tanpa batasan mencapai ambisi hidup jika Anda memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri Anda sebagai pribadi yang Anda inginkan. Dengan jelas menggambarkan apapun wujud yang Anda inginkan. Semakin Anda memikirkan itu semua semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.Jika Anda terus menerus membiarkan pikiran Anda dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, Anda hampir pasti akan mengalami penyakit yang Anda pikirkan. JIka Anda terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri Anda.

Maka dalam proses membangun kepercayaan diri dengan menmggunakan proses kesan daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang Anda pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri Anda dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke sasaran Anda, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.Jangan Takut Gagal Kegagalan telah menghalangi begitu banyak orang sehingga mereka mundur sebelum mencoba, berbuat atau meraih keberhasilan sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.

Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri Penampilan luar memang bukan segalanya. Kadang-kadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik, karena dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri Anda untuk merasa baik. Tetapi haruslah tetap bersikap realistis. Sebagian orang bersikap berlebihan dalam penampilan mereka dan pada akhirnya semua itu hanya demi kepuasan ego mereka.Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang DiperolehSetiap orang pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses Anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung.

Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dulakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.( Diterjemahkan dari buku Sukses Memotivasi karangan Richard Denny )

woconen teruse;

Ukhti..., renungkanlah!

Saudariku muslimah, salah seorang darimu pernah berkisah, simaklah mudah-mudahan engkau bisa mengambil faedah. Mulanya hanyalah perkenalan dan percakapan biasa lewat telepon. Seiring waktu berkembanglah pembicaraan sampai pada kisah cinta dan seluk-beluknya. Dia pun kemudian mengungkapkan cintanya dan berjanji akan meminang saya. Dia meminta agar bisa melihat wajah saya, terang saya menolaknya. Dia mengancam akan memutuskan hubungan. Akupun menyerah. Kukirimkan fotoku serta surat-surat yang begitu manis penuh rayu. Surat menyurat pun berlangsung selalu. Sampai akhirnya dia meminta untuk berjumpa dan jalan berdua dengannya. Aku menolak dengan keras. Tapi dia mengancam akan menyebarluaskan foto-foto saya serta surat-surat saya dan suara saya yang direkamnya ketika kami bercakap-cakap lewat telepon. Akhirnya akupun keluar pergi bersamanya dengan tekad agar bisa pulang segera secepatnya. Ya, akupun pulang akan tetapi dengan mambawa aib dan kehinaan. Ku katakan padanya: Nikahilah aku! Sungguh ini adalah aib bagiku. Maka dia menjawab dengan segenap penghinaan, ejekan dan mentertawakan: Sesungguhnya aku tidak akan menikahi wanita pezina. Saudariku yang mulia, jika engkau memang memiliki akal untuk berfikir maka dengarkanlah nasehat berikut ini: Janganlah engkau percaya bahwa pernikahan akan mungkin terlaksana hanya karena perkenalan dan percakapan iseng lewat telepon. Kalaupun memang ini terjadi maka akan mengalami kegagalan, kegalauan dan penyesalan. Janganlah engkau percayai seorang pemuda ketika dia mulai menampakkan kejujuran dan keikhlasannya dan menyatakan sangat menghargai dan menjunjung tinggi kehormatanmu tapi dia mengkhianati keluargamu dengan meneleponmu dan mengajakmu jalan bersama. Jangan kamu percayai dia ketika dia mulai menyatakan cinta dan berlemah lembut dalam pembicaraannya. Sungguh dia melakukan semua itu dengan tujuan-tujuan busuknya yang tampak jelas bagi orang yang berakal. Akankah dia benar-benar menjunjung tinggi kehormatanmu sementara dia mengajakmu berjumpa dan jalan bersama padahal engkau belum halal baginya? Janganlah engkau percayai para penyeru emansipasi yang mengharuskan adanya cinta (pacaran) sebelum pernikahan. Ketahuilah bahwa cinta yang hakiki adalah setelah menikah. Adapun selain itu, umumnya adalah cinta yang penuh kepalsuan. Cinta yang dibangun di atas dusta dan kebohongan, semata-mata untuk bersenang-senang memuaskan hawa nafsu yang tak lama kemudian akan tampaklah kenyataan yang sesungguhnya. Berapa banyak keluarga yang hancur berantakan padahal mereka telah berpacaran sebelum akad pernikahan dan berjanji akan setia berkasih sayang sepanjang jaman? Bahkan berapa banyak pula pasangan yang berantakan sebelum sampai pada pelaminan dibarengi hilangnya kehormatan yang dibanggakan? Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahihnya bahwa Nabi SAW bersabda: Pada suatu malam aku bermimpi didatangi dua orang. Keduanya berkata kepadaku, Pergilah! -kemudian beliau menyebutkan haditsnya sampai pada sabdanya SAW -: Kemudian kami mendatangi bangunan seperti tanur yang di dalamnya terdengar suara gaduh memekik. Kamipun melongoknya. Ternyata di dalamnya terdapat pria dan wanita telanjang yang disambar oleh lidah api dari bawah mereka. Ketika lidah api itu mengenai mereka, merekapun memekik kepanasan dan kesakitan. Ketika Nabi SAW menanyakan hal tersebut kepada malaikat, mereka menjawab: Adapun pria dan wanita yang ada di tanur tersebut mereka adalah laki-laki dan wanita pezina. Maka apakah engkau ingin menjadi bagian dari mereka wahai saudariku muslimah? Jauhilah bercakap-cakap tanpa keperluan di telepon karena sesungguhnya Allah merekamnya demikian juga syaithan dari jenis manusia pun merekamnya. Mereka para petualang cinta akan menggunakannya sebagai alat untuk mengintimidasi kalian agar kalian mau mendengar mereka dan mentaati mereka. Qiyaskan juga ke dalamnya chating yang tiada guna dan hanya membuang waktu semata. Hati-hatilah, janganlah engkau foto dirimu kecuali karena suatu hajat dan janganlah terlalu mudah engkau sebarluaskan fotomu dengan segala bentuknya karena hal tersebut merupakan senjata yang paling berbahaya yang digunakan oleh serigala manusia sebagai alat untuk mengancam dan mengintimidasi kalian. Jauhilah olehmu untuk menulis surat-surat cinta karena hal itu juga merupakan sarana yang digunakan oleh mereka. Hindarilah majalah-majalah dan kisah-kisah cinta yang rendah, hina penuh aib dan cela. Sungguh di dalamnya terdapat racun yang membinasakan yang tersembunyi di balik indahnya halaman yang warna-warni serta kertas yang halus mengkilap dan wangi. Jauhilah menonton sinetron-sinetron dan film-film yang hina, yang hanya menonjolkan kemewahan serta gemerlapnya dunia, menyajikan kisah cinta dengan akting yang justru merendahkan martabat wanita. Jauhilah semua itu karena hanya akan merusak akhlak, kehormatan, serta rasa malumu. Hati-hatilah, janganlah engkau pamerkan auratmu dan janganlah engkau terlalu sering ke luar rumah dan ke pasar-pasar tanpa ada keperluan mendesak yang menuntut untuk itu. Sungguh hal itu hanya akan menjerumuskanmu ke dalam murka Rabbmu. Janganlah engkau pergi berduaan dengan sopir pribadimu, sungguh ini merupakan khalwat yang terlarang. Janganlah sekali-kali engkau membela diri dengan beralasan bahwa ini darurat. Bertakwalah, karena barang siapa yang bertakwa kepada Allah, akan dijadikan baginya jalan keluar dari segala permasalahannya. Hati-hatilah engkau wahai saudariku dari teman yang jelek. Cari dan bergaullah dengan temanmu yang shalihah yang akan membimbingmu kepada keridlaan Rabbmu dan senantiasa mengingatkamu agar tidak terjatuh pada perkara yang akan mendatangkan murka Rabbmu. Saudariku yang mulia, Hati-hatilah dari segala kemaksiatan dan dosa karena hal tersebut merupakan sebab hilangnya nikmat, mendatangkan musibah, dan merupakan sebab datangnya kesengsaraan serta adzab yang membinasakan. Persiapkanlah dirimu untuk menghadapi malaikat maut dengan banyak bertaubat dan beramal shalih, sungguh engkau tidak tahu kapan giliranmu akan tiba. Saudariku, Setelah engkau baca nasihat di atas maka ketahuilah bahwa pintu taubat senantiasa terbuka bagi siapa saja yang benar-benar ingin bertaubat. Allah berfirman: Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas akan dirinya (berbuat dosa), janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesunggunya Allah mengampuni dosa seluruhnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az-Zumar : 53) Maka apabila engkau wahai saudariku telah tenggelam dalam suatu kemaksiatan dan dosa, segeralah bertaubat dengan taubatan nashuha sebelum pintu taubat tertutup dan sebelum tubuhmu ditimbun di dalam tanah. Dan pada saat itu tidaklah lagi berguna penyesalan. Semoga Allah membangunkan kita dari kelalaian yang ada dan semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima taubat kita, melindungi kita dari adzab qubur dan adzab neraka, serta memasukkan kita ke dalam surga Firdaus Al-A’la. Shalawat serta salam senantisa tercurah kepada Nabi kita. (Diterjemahkan dari www.alsalafiyat.com dengan perubahan dan tambahan)
woconen teruse;

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan. Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya. Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku… 1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26) Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin. 2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32) Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1] Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang. 4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21) 5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60) Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya. Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2] Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4] Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5] Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst. Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6] Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7] Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8] 6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153) Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah. 7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6) Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah. 8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7) Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita. 9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40) 10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)
Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.
Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?
woconen teruse;

Munajat Si Faqir

Tuhan ku ! Akulah hamba Mu yang fakir di dalam kekayaanku,maka bagaimana aku tidak menjadi orang yang fakir didalam kefakiran ku. Tuhanku, akulah orang yang bodoh didalam ilmuku, maka bagaimanakah aku tidak lah pula seorang yang bodoh didalam kebodohanku. Tuhanku, sesungguhnya perubahan kehendak-Mu dan kecepatan berlangsungnya takdir- Mu, telah mencegah hamba-hamba-Mu yang ahli Makrifah kepada- Mu yang tenang menerima pemberian dan kebosanan didalam menerima cobaan daripada Engkau. Tuhanku, daripada keluar apa yang memang patut dengan sifat kejiku dan daripada- Mu pasti keluar apa yang patut dengan sifat kemurahan- Mu. Tuhanku, Engkau telah mensifati Dzat -Mu dengan lemah lembut dan belas kasihan kepada ku sebelum terwujud sifat kelemahan ku. Adakah Engkau akan menolakku dari kedua-dua sifat itu setelah benar-benar terwujud kelemahan ku? Tuhanku, jika terlihat kebaikkan-kebaikan daripadaku, maka itu semua adalah berkat anugerah-Mu dan bagi- Mu lah yang hak untuk menuntutku. Dan jika terlihat kejahatan-kejahatan daripadaku, maka itu semua disebabkan oleh keadilan-Mu dan bagi- Mu lah yang hak untuk menuntut alasan kepadaku. Tuhanku, mengapa Engkau menyerahkan kembali kepada ku untuk menguruskan diriku, padahal sesungguhnya Engkau telah menyerahkan kepadaku jaminan. Dan bagaimana aku dihinakan padahal Engkau adalah penolong ku atau bagaimana aku mesti kecewa padahal Engkau adalah Dzat yang belas kasih kepada ku. Inilah aku yang berperantara bertawassul kepada-Mu dengan kefakiranku untuk menuju kepada-Mu. Dan bagaimana aku mesti berperantara kepada-Mu dengan apa juga hal yang membolehkan aku sampai kepada-Mu. Dan bagaimana aku mengadu kepada-Mu mengenai keadaanku, padahal keadaan ku tidak samar atas-Mu. Atau bagaimana aku mesti menerangkan kepadaMu dengan kata-kataku, padahal kata-kataku itu daripada-Mu jua, yang keluar menuju kepada-Mu. Atau bagaimanakah Engkau kecewakan harapanku, padahal harapan itu benar-benar telah datang kepada-Mu. Atau bagaimana tidak akan baik keadaan ku padahal dengan-Mu lah keadaan itu berasal dan kembali pula kepada-Mu. Tuhanku, alangkah banyaknya kelembutan-Mu kepada ku padahal aku sangat bodoh. Dan alangkah banyaknya kasih saying-Mu kepada ku padahal perbuatan ku sangat buruk. Tuhanku, alangkah lemah lembutnya Engkau kepada ku, maka apakah gerangan yang menghalang ku hingga jauh daripada-Mu. Tuhanku, sesungguhnya aku telah mengerti akan perubahan dunia ini dan silih bergantinya masa, bahwasanya yang Engkau kehendaki daripadaku adalah Engkau perkenalkan kekuasaan-Mu kepadaku didalam setiap sesuatu hingga aku tidak boleh kepada-Mu didalam sesuatu itu.
Tuhanku, sewaktu kekejian ku menutup mulutku, maka sifat kemurahan-Mu telah membuka mulutku, dan sewaktu sifat-sifat celaka memutuskan harapanku, maka kurnia-Mu telah membuka harapan ku. Tuhanku, orang yang sudah banyak kebaikannya itu masih banyak kesalahannya, maka bagaimanakah tidak akan menjadi kesalahan-kesalahan itu sebagai dosa. Dan orang yang berilmu dan berpengetahuannya itu hanya sebagai pengakuan-pengakuan, maka bagaimanakah tidak akan menjadi pengakuannya itu sebagai kepalsuan belaka. Tuhanku, keputusan-Mu yang mesti berlaku dan kehendak-Mu yang memaksa, kedua-duanya tidak akan memberi kesempatan untuk berkata-kata bagi orang yang pandai berbicara (berdalih) atau untuk melaksanakan kesakitannya bagi orang yang mempunyai kesakitan. Tuhanku, berapa banyak ketaatan yang telah aku lakukan dan tingkah laku yang aku perbaiki, namun telah menghancurkan keadilan-Mu atasnya, bahkan membatalkan aku untuk menerima anugerah-Mu yang aku hajati. Tuhanku, Engkau mengerti, meskipun perbuatan taat daripada ku tidak terus menerus, namun sesungguhnya ketaatan ku itu terus menerus dalam kecintaan dan keazaman ku. Tuhanku, bagaimana aku berazam, sedangkan Engkau yang menentukan dan bagaimana aku berazam sedang Engkau yang memerintahkan. Tuhanku, hilir mudikku pada dunia ini menyebabkan jauhnya perjalanku menuju kepada-Mu. Maka kumpulkanlah aku atas-Mu dengan sesuatu pengabdian yang menyampaikan aku kepada-Mu. Tuhanku, bagaimana dapat dijadikan dalil atas-Mu sesuatu yang tidak ada bagi-Mu, sehingga aku menjelaskan kepada-Mu. Bila Engkau samar sehingga Engkau memerlukan dalil yang menunjukkan kepada-Mu. Dan bila Engkau jauh sehingga adanya alam ini dapat menyampaikan kepada-Mu. Tuhanku, sungguh buta matahati yang tidak dapat melihat kedekatan Engkau. Dan merugilah pekerjaan seseorang yang dia tidak menjadikan untuknya bagian cinta kepada-Mu.
Tuhanku, Engkau perintahkan aku untuk kembali ke alam ini, maka kembalikanlah aku kepadanya dengan menyandang cahaya dan petunjuk matahati sehingga aku boleh kembali kepadaMu dari alam ini, sebagaimana ketika aku masuk kepada-Mu dari alam ini dalam keadaan hati yang terjaga daripada melihat alam ini dan dihilangkan kehendaknya daripada berpegang kepadanya (dunia). Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Tuhanku, Inilah kehinaan terlintas dihadapan-Mu dan inilah perilaku ku yang tidak samar lagi atas-Mu. Daripada-Mu aku memohon supaya dapat sampai kepada-Mu dan dengan-Mu pula aku mencari petunjuk-Mu, maka berilah petunjuk kepadaku dengan cahaya-Mu untuk menuju kepada-Mu dan tegakkanlah aku dengan kesungguhan beribadah dihadapan-Mu. Tuhanku, ajarkanlah kepadaku secara langsung dari ilmu-Mu untuk bersembunyi dalam perbendaharaan-Mu dan pelihara aku dengan rahasia nama-Mu yang terpelihara. Tuhanku, berilah aku kedudukan sebagai orang-orang ahli hakikat yang telah dekat pada-Mu, dan tuntunlah aku pada jalan orang-orang yang tertarik langsung kepada-Mu. (orang-orang majdzub) Tuhanku, berilah aku dengan pengaturan-Mu dari pengaturanku, dari pilihanku. Dan tetapkanlah aku pada tempat-tempat keburukanku yang mendesak. Tuhanku, keluarkanlah aku daripada kehinaan diriku sebelum aku masuk ke liang kubur. Hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, maka janganlah Engkau menyerahkan diriku kepada ku. Hanya kepada-Mu lah aku memohon, maka janganlah Engkau kecewakan aku. Dan hanya kepada-Mu lah aku berharap, maka janganlah pula Engkau halangi aku daripada nikmat-Mu. Di sisi-Mu lah aku mendekat, maka janganlah Engkau jauhkan aku. Dan di pintu-Mu lah aku berdiri, maka janganlah Engkau tolak aku. Tuhanku, Maha Suci keridhoan-Mu dan karena keridhoan-Mu itu, maka bagaimana akan ada sebab keridhoan daripadaku. Engkau Maha Kaya dengan Dzat-, maka bagaimanakah akan memerlukan daripadaku, sedangkan aku adalah hamba-Mu yang tidak berdaya. Tuhanku, sesungguhnya qodo dan qodar telah mengalahkan aku. Dengan sesungguhnya hawa nafsu dengan berbagai pengukuhan syahwat telah mengikatku, maka Engkau sebagai penolongku sehingga Engkau menolong aku dan Engkau tolong pula teman-temanku. Serta kayakanlah aku dengan anugerah-Mu, hingga aku merasa kaya hanya dengan-Mu. Tuhanku, Engkaulah yang telah memancarkan cahaya-cahaya dalam hati para kekasih-Mu sehingga mereka mengenal Engkau dan meng Esa kan-Mu. Dan Engkaulah Dzat yang menghilangkan rasa keduniaan daripada hati para pencinta-Mu sehingga mereka tidak senang kepada selain Engkau serta tidak mau kembali bersandar kepada selain Engkau. Engkau Dzat yang menenteramkan mereka, sekiranya alam-alam ini meresahkan mereka. Dan Engkaulah satu-satunya Dzat yang mewujudkan mereka sehingga nyata bagi mereka jalan-jalan kebenaran. Tuhanku, bagaimana boleh diharapkan selain Engkau, padahal Engkau tidak pernah memutuskan kebaikan. Dan bagaimana boleh diminta kepada selain Engkau padahal Engkau tidak pernah merubah kebiasaan memberi kurnia. Wahai Dzat yang telah memberi rasa kepada orang-orang yang mencintai-Nya atas kemanisan bermesra-mesraan dengan-Nya, maka mereka berdiri di hadapan-Nya dalam kelembutan kasih sayang. Wahai Dzat yang telah memberi pakaian pada kekasih-Nya dengan pakaian kebesaran-Nya, maka berdiri mereka dalam keadaan merasa agung karena keagungan-Nya. Tuhanku, Engkaulah satu-satunya Dzat yang selalu ingat kepada hamba-hamba-Mu sebelum hamba-hamba-Mu ingat kepada-Mu. Dan Engkau satu-satunya yang mulai memberikan kebaikan sebelum orang-orang ahli ibadah menghadap-Mu. Dan Engkaulah satu-satunya Dzat Yang Maha Pemurah dengan berbagai pemberian sebelum adanya permohonan orang-orang yang memohon. Tuhanku, tuntunlah aku dengan rahmat-Mu sehingga aku boleh sampai kepada-Mu, dan tariklah aku dengan nikmat-Mu, sehingga aku boleh menghadap kepada-Mu. Tuhanku, sesungguhnya pengharapan tidak akan terhenti pada-Mu, walaupun aku telah durhaka kepada-Mu, sesungguhnya rasa takutku tidak akan memisahkan aku walaupun aku taat kepada-Mu. Tuhanku, sesungguhnya telah menolak aku semua alam ini dalam menuju kepada-Mu. Dan sesungguhnya ilmuku telah memberhentikan aku dihadapan-Mu karena adanya kemurahan-Mu. Tuhanku, bagaimana mesti aku kecewa, padahal Engkaulah yang aku dambakan, atau bagaimana mesti aku hina padahal hanya kepada Engkau aku menyerahkan diri. Tuhanku, bagaimana aku boleh mencapai kemuliaan padahal Engkau telah menempatkan aku di dalam kehinaan. Atau bagaimana aku tidak boleh mencapai kemuliaan, padahal kepada-Mu lah aku bersandar. Atau bagaimanakah aku tidak memerlukan, padahal Engkau telah meletakkan aku di dalam kefakiran. Atau bagaimanakah aku mesti memerlukan , padahal Engkau dengan sifat kemurahan-Mu telah memberi kekayaan kepada ku. Tuhanku, Engkaulah satu-satunya Dzat yang tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau. Telah Engkau pertemukan dzat-Mu pada setiap sesuatu, sehingga tiada suatupun makhluk yang tidak mengenal-Mu. Dan Engkaulah satu-satunya dzat yang telah memperkenalkan Dzat-Mu kepada ku didalam setiap sesuatu, sehingga aku dapat melihat-Mu dengan jelas di dalam setiap sesuatu itu. Maka Engkaulah Dzat yang cukup nyata pada setiap sesuatu. Wahai Dzat yang telah berkuasa dengan sifat kasih saying-Nya diatas Arasy, sehingga jadilah Arasy itu lenyap di dalam kasih saying-Nya, sebagaimana seluruh alam ini lenyap di dalam Arasy, dan Engkau lenyapkan pula Arasy itu dengan diliputi oleh berbagai cakrawala rahmat-Mu. Wahai Dzat yang telah melindungi di dalam dinding-dindingnya daripada jangkauan penglihatan mata. Wahai Dzat yang terang dan jelas di dalam hati orang-orang ahli makrifat dengan kesempurnaan dan keindahanNya, sehingga jelas kebesaran-Nya di dalam hati mereka. Bagaiman engkau boleh menjadi samar, padahal Engkau Maha Nyata, atau bagaimana Engkau boleh ghoib, padahal Engkau adalah Dzat Yang Mengawasi dan senantiasa hadir. WAHAI TUHAN KAMI, KAMI MENZHOLIMI DIRI INI, JIKA TIADA DIAMPUNI, MASUKLAH KAMI KEDALAM GOLONGAN YANG RUGI…. WAHAI TUHAN…KU TAK LAYAK, KE SYURGA MU NAMUN TAK PULA ….AKU SANGGUP, KE NERAKAMU AMPUNKANLAH….DOSA YANG KU TERIMA, KAU HARAPANKU DENGAN RAHMATMU AMPUN KAN DAKU, OH TUHANKU… woconen teruse;

Rumah Tangga yang Menyenangkan

Banyak orang yang menyangka bahwa pernikahan itu indah. Padahal sebetulnya? Indah …sekali. Tak sedikit yang menyesal, kenapa tak dari dulu menikah. Sahabat, itu adalah secuplik ungkapan yang lazim terdengar tentang pernikahan. Namun jelas, tak segampang yang dibayangkan untuk membina sebuah keluarga. Membangun sebuah keluarga sakinah adalah suatu proses. Keluarga sakinah bukan berarti keluarga yang diam tanpa masalah. Namun lebih kepada adanya keterampilan untuk manajemen konflik. Ada tiga jenis manajemen konflik dalam rumah tangga, yaitu pencegahan terjadinya konflik, menghadapai tatkala konflik terlanjur berlangsung, dan apa yang harus dilakukan setelah konflik reda. Pada kesempatan pertama, insya Alloh kita akan mengurai tentang bagaimana meminimalkan terjadinya konflik di dalam rumah tangga kita. *1.Siap dengan hal yang tidak kita duga

Pada dasarnya kita selalu siap untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Mudah bagi kita bila yang terjadi cocok dengan harapan kita. Namun, bagaimanapun, setiap orang itu berbeda-beda. Tidak semuanya harus sama “gelombangnya” dengan kita. Maka yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar potensi konflik akibat perbedaan ini tidak merusak. Dalam rumah tangga, bisa jadi pasangan kita teryata tidak seideal yang kita impikan. Maka kita harus siap melihat ternyata dia tidak rapi, tidak secantik yang dibayangkan atau tidak segesit yang kita harapkan., misalnya. Kita harus berlapang dada sekali andai ternyata apa yang kita idamkan, tidak ada pada dirinya. Juga sebaliknya, apabila yang luar biasa kita benci. Ternyata isteri atau suami kita memiliki sikap tersebut. 2. Memperbanyak pesan Aku

Tindak lanjut dan kesiapan kita menghadapi perbedaan yang ada, adalah memperbanyak pesan aku. Sebab, umumnya makin orang lain menegetahui kita, makin siap dia menghadapi kita. Misalnya sebagai isteri kita terbiasa katakanlah mengorok ketika tidur. Maka agar suami dapat siap menghadapi hal ini, kita bisa mengatakan “Mas, orang bilang, kalau tidur saya itu suka ngorok,…. jadi Mas siap-siap saja. Sebab, sebetulnya, saya sendiri enggak niat ngorok.” Lalu sebagai suami, misalnya kita menyatakan keinginan kita: “Saya kalau jam tiga suka bangun. Tolonglah bangunkan saya. Saya suka menyesal kalau tidak Tahajjud. Dan kalau sedang Tahajjud, saya tidak ingin ada suara yang mengganggu.” Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi riak-riak masalah akibat satu sama lain tidak memahami nilai-nilai yang dipakai oleh pasangan hidupnya. Sebab sangat mungkin orang membuat kesalahan akibat dia tidak tahu tata nilai kita. Yang dampaknya akan banyak muncul ketersinggungan-ketersinggungan. Maka di sinilah perlunya kita belajar memberitahukan. Memberitahukan apa yag kita inginkan. Inilah esensi dari pesan aku.

Dengan demikian ini akan membuat peluang konflik tidak membesar. Karena kita telah mengkondisikan agar orang memahami kita. Sungguh tidak usah malu menyatakan harapan ataupun keberatan-keberatan kita. Sebab justru dengan keterbukaan seperti ini pasangan hidup kita dapat lebih mudah dalam menerima diri kita. Termasuk dalam hal keberadaan orang lain. Misalnya orang tua kita akan datang. Maka adalah suatu tindakan bijaksana apabila kita mengatakan kepada suami tentang mereka. Sebagai contoh, orang tua kita mempunyai sikap cukup cerewet, senang mengomentari ini itu. Maka katakan saja: “Pak… saya tidak bermaksud meremehkan. Namun begitulah adanya. Orang tua saya banyak bicara. Jangan terlalu difikirkan, itu memang sudah kebiasaan mereka. Juga dalam hal makanan, yang ikhlas saja ya Pak…kalau nanti mereka makannya pada lumayan banyak…” Sungguh sahabat, makin kita jujur maka akan semakin menentramkan perasaan masing-masing di antara kita. Alkisah, ada sebuah keluarga. Sering sekali terjadi pertengkaran. Akhirnya, suatu ketika si isteri bicara “Pak, maaf ya, keluarga kami memang bertabiat keras. Sehingga bagi kami kemarahan itu menjadi hal yang amat biasa.” Lalu suaminya membalas “Sedangkan Papa lahir dari keluarga pendiam, dan jarang sekali ada pertempuran…” Jelas itu akan membuat keadaan berangsur lebih baik dibanding terus menerus bergelut dalam pertengkaran-pertengkaran yang semestinya tak terjadi. Jadi kita pun harus berani untuk mengumpulkan input-input tentang pasangan kita. Misalnya ternyata dia punya BB atau bau badan. Maka kita bisa menyarankan untuk meminum jamu, sekaligus memberitahukan bahwa kadar ketahanan kita terhadap bau-bauan rendah sekali. Sehingga ketika kita tiba-tiba memalingkan muka dari dia, isteri kita itu tidak tersinggung, karena tata nilainya sudah disamakan. Tentunya, dengan saling keterbukaan seperti itu masalah akan menjadi lebih mudah dijernihkan dibanding masing-masing saling menutup diri. Ketertutupan, pada akhirnya akan membuat potensi masalah menjadi besar. Kita menjadi mengarang kesana kemari, membayangkan hal yang tidak tidak berkenaan dengan pasanagan hidup kita. Dongkol, marah, benci dan seterusnya. Padahal kalau saja didiskusikan, bisa jadi masalahnya menjadi sangat mudah diselesaikan. Dan potensi konflik pun menjadi minimal. 3. Tentang aturan

Kita harus memiliki aturan-aturan yang disepakati bersama. Karena kalau tak tahu aturan, bagaimana orang bisa nurut? Bagaimana kita bisa selaras? Jadi kita harus membuat aturan sekaligus…sosialisasikan! Misalnya isteri kita jarang mematikan kran setelah menggunakan. Bisa jadi kita dongkol. Disisi lain, boleh jadi isteri malah tak merasa bersalah sama sekali. Sebab dia berasal dari desa. Dan di desa.. pancuran toh tak pernah ditutup. Begitu pula pada anak-anak. Kita harus mensosialisasikan peraturan ini. Tidak usah kaku. Buat saja apa yang bisa dilaksanakan oleh semua. Makin orang tahu peraturan, maka peluang berbuat salah makin minimal.

woconen teruse;
-::[[ Vinunvinun galek galek ]]::-

Penyejuk hati


AA'GYM



JEPRI AL BUKHORI

Renungan Hamba Allah

Pingin Download Klik Ning Kene
Wahai Ayah & IBU

Download Klik Ning Kene


-::[[ VINUNVINUN GAMEGAME ]]::-

Untuk Main Gunakan Tombol "D"(depan)."A"(belakang),"S"(menangkis)."W"(loncat) dan "T"(hantam),"Y"(tendang)
mbalik ning duwur